Sabtu, 06 April 2013

AHLAK


Akhlak
                Akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian. Jika hal tersebut melahirkan perbuatan baik dan tepuji menurut pandangan akal dan syariat islam, disebut akhlaq yang baik. Namun jika perbuatan-perbuatan yang timbul itu tidak baik maka disebut akhlak buruk. Kata akhlaq merupakan bentuk jama dari kata  al khuluq atau al-khulq yang secara etimologis berarti  tabiat, budi pekerti, kebiasaan atau adat keperwiraan, kesatiaan, kejantanan, agama, dan kemarahan.
                Karena akhlaq merupakan suatu keadaan yang melekat didalam jiwa, maka suatu perbuatan baru disebut ahlak apabila terpenuhi beberapa syarat. Yang pertama perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Kalau perbuatan itu hanya diperbuat hanya sesekali saja, maka tidak disebut akhlaaq. Misalnya, pada suatu saat, orang yang jarang berderma tiba-tiba memberikan uang kepada orang lain karena alasan tertentu. Dengan tindakan ini ia tidak dapat disebut bermurah hati atau berahlak dermawan karena hal itu tidak melekat dalam jiwanya. Yang kedua perbuatan itu timbul dengan mudah tanpa dipikirkan atau diteliti lebih dahulu sehingga ia benar-benar merupakan suatu kebiasaan . jika perbuatan itu timbul karena terpaksa atau setelah dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang, tidak disebut akhlak.
                Pandangan islam, akhlak memiliki posisi yang sangat penting, karena setiap aspek agama selalu berorientasi terhadap pembentukan dan pembinaan ahlak yang mulia, yang disebut ahlakul karimah. Hal ini tercantum dalam Sabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlaq. (HR. Ahmad, Baihaqi dan  Malik) ; “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi) ; “ Orang yang paling baik keislamannya ialah orang yang paling baik ahlaknya” (HR. Ahmad) ; Taqwa kepada Allah dan ahlak yang paling baik adalah sesuatu yang paling banyak membawa manusia kedalam surga” (HR.  Tirmidzi) ; dan “Tidak ada suatu yang lebih berat dari timbangan orang mukmin pada hari kiamat  daripada akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi).    
                Akhlaq nabi Muhammad SAW biasanya disebut akhlaq islam. Karena bersumber dari Al-quran dan Al-Quran datang dari Allah SWT maka akhlak islam mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan wad’iyyah (ciptaan manusia). Ciri-ciri tersebut antara lain:
1.       Kebaikkannya bersipat mutlak ( al-khairiyyah al- mutlaqah ), yaitu kebaikan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan kebaikan yang murni, baik untuk individu maupun untuk masyarakat, di dalam lingkungan, keadaan, waktu, dan tempat apapun.
2.       Kebaikan bersipat menyeluruh (as-salahiyyah al-amanah), yaitu kebaikan yang terkandung di dalamnya merupakan kebaikan untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan di semua tempat.
3.       Tetap, langgeng dan menetap, yaitu kebaikan yang terkandung di dalamnya beripat tetap, tidak berubah oleh perubahan waktu dan tempat atau perubahan kehidupan masyarakat.
4.       Kewajiban yang harus dipatuhi ( al-ilzam al- mustajab), yaitu kebaikan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan hukum yang harus dilaksanakan sehingga ada sanksi hukum tertentu bagi orangorang yang tidakl melaksanakanya; dan
5.       Pengawasan yang menyeluruh (ar-raqabah almuhitah). Karena akhlaq islam bersumber dari tuhan, maka pengaruhnya lebih kuat dari akhlak ciptaan manusia, sehingga seseorang tidak berani melanggarnya kecuali setelah ragu-ragu dan kemudian akan menyesali perbuatannya untuk selanjutnya bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak melakukan perbuatan yang salah lagi. Ini terjadi karena agama merupakan pengawas yang kuat. Pengawas lainnya adalah hati nurani yagn hidup dan didasarkan pada agama dan akal sehat yang dibimbing oleh agama serta diberi petunjulk.
                Akhlak yang mulia dan terpuji menurut ajaran Islam antara lain ialah :
1.       Berani dalam segala hal yang positif , baik mengatakan dan membela kebenaran serta dalam menghadapi tantangan dan ancaman dari pihak yang merasa tidak senang terhadap sikap yang kita ambil.
2.       Adil dalam memutuskan sesuatu tanpa membedakan kedudukan, status sosial, ekonomi, suku, ras, golongan maupun hubungan kekerabatan.
3.       Bijaksana dalam menghadapi dan memutuskan sesuatu.
4.       Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri atupun golongannya.
5.       Pemurah dan suka menafkahkan hartanya, baik pada waktu lapang maupun sempit.
6.       Ikhlas dalam melakukan setiap amal perbuatan semata-mata karena Allah SWT.
7.       Cepat bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah jika melakukan suatu dosa.
8.       Jujur dan benar
9.       Tenang dalam menghadapi berbagai masalah, tidak berkeluh kesah dan gundah gulana.
10.   Amanah (terpercaya)
11.   Sabar dalam setiap menghadapi cobaan atau dalam melaksanakan kewajiban beribadah dan berbakti kepada tuhan.
12.   Pemaaf.
13.   Penuh kasih sayang dan belas kasih.
14.   Lapang hati dan tidak membalas dendam atupun pendendam.
15.   Selalu optimis menghadapi kehidupan dan penuh harap kepada Allah SWT.
16.   Iffah, yakni selalu menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat merusakan kehormatan dan kesuciannya.
17.   Al-hayya, yakni malu melakukan perbuatan yang tidak baik.
18.   Tawadhu, (rendah hati).
19.   Mengutamakan perdamaian daripada permusuhan.
20.   Zuhud dan tidak rakus terhadap kehidupan duniawi.
21.   Ridha atas segala atas segala ketentuan yang ditetapkan oleh Allah.
22.   Setia terhadap teman, sahabat dan siapa saja yang terkait dengannya.
23.   Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan atau musibah yang menimpanya dan berterima kasih kepada sesama umat manusia.
24.   Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
25.   Bertawakal setelah segala usaha dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
26.   Dinamis sampai tujuan dan cita-citanya tercapai.
27.   Murah senyum dan menampilkanwajah yang ceria kepada orang lain sehingga setiap orang yang memandangnya merasa senang.
28.   Selalu memperhatikan keadaan tetangga dan lingkungan tempat tinggalnya.
29.   Menghormati dan menghargai orang lain secara tulus tanpa memandang latar belakang orang yang dihormati dan dihargai itu selama hasil kerja dan prestasi orang tersebut bersifat positif.
30.   Menjauhi sipat iri hati dan dengki, dan
31.   Rela berkorban demi kepentingan dan kemaslahatan umat manusia dan dalam membela agama Allah SWT.